Kumpulan Bahan AJar Devi Rafiyana
Teks Laporan
Observasi
1.
PENGERTIAN TEKS LAPORAN HASIL
OBSERVASI
Teks laporan hasil observasi merupakan
teks yang berisi tentang pembahasan atau penjabaran sesuatu yang merupakan
hasil dari observasi atau pengamatan. Teks ini juga sering disebut dengan teks
klasifikasi karena di dalamnya terdapat klasifikasi tentang sesuatu yang
berdasarkan kriteria khususnya. Jenis teks ini selalu berisi tentang deskripsi
bentuk, ciri-ciri, dan sifat umum dari objek yang diamati baik itu benda,
manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya
2. Ciri – Ciri Teks Laporan Hasil
Observasi
a)
Ditulis
secara lengkap dan sempurna.
b)
Bersifat
objektif, global, dan universal.
c)
Objek
yang akan dibicarakan atau dibahas adalah objek tunggal.
d)
Ditulis
berdasarkan fakta sesuai pengamatan yang telah dilakukan.
e)
Informasi
teks merupakan hasil penelitian terkini yang sudah terbukti kebenarannya.
f)
Tidak
mengandung prasangka/dugaan yang menyimpang atau tidak tepat.
g)
Saling
berkaitan dengan hubungan berjenjang antara kelas dan subkelas yang terdapat di
dalamnya.
h)
Tidak
adanya bagian penutup dari penulis. Penulis hanya melaporkan apa yang dilihat
dan diketahuinya berdasarkan hasil analisis serta observasinya.
i)
Menitikberatkan
pada pengelompokan segala sesuatu ke dalam jenis-jenis dengan ciri atau
keadaannya secara umum.
j)
Disajikan
secara menarik, baik kata, bahasa, isinya berbobot maupun susunannya logis.
k)
Teks
laporan hasil observasi menggambarkan sesuatu secara umum dan sesuai fakta,
tanpa adanya opini penulis.
3.
Fungsi
Teks Laporan Hasil Observasi
Teks
laporan observasi memiliki fungsi atau manfaat bagi diri sendiri maupun orang
lain, fungsinya:
1.
Sebagai bahan penelitian
2.
Sebagai sumber yang dapat dipercaya
3.
Sebagai laporan tugas dan kegiatan pengamatan
4.
Sebagai dokumentasi
5.
Sebagai ilmu pengetahuan
6.
Menjelaskan dasar penyusunan kebijaksanaan, keputusan dan/atau pemecahan
masalah dalam pengamatan.
4. Struktur Teks Laporan Hasil Observasi
Teks
laporan hasil observasi secara umum memiliki tiga struktur di antaranya:
1.
Pernyataan Umum, yaitu terdapat pembukaan, berisi pembuka atau informasi secara
umum hal yang akan disampaikan. Bagian ini berisi hal umum tentang objek yang
akan dikaji, menjelaskan secara garis besar tentang objek tersebut.
2.
Deskripsi Bagian, yaitu terdapat isi, rincian, pembahasan, dan penjelasan
secara lebih detail.
3.
Deskripsi Manfaat, yaitu berisi fungsi atau manfaat setiap objek yang diamati
dalam kehidupan.
5. Kaidah
Kebahasaan Teks Laporan Hasil Observasi
Teks
laporan hasil observasi sangat berkaitan dengan penelitian dan pengetahuan,
maka hal ini termasuk ke dalam jenis teks formal yang mengharuskan bahasa yang
baku atau sesuai kaidah bahasa indonesia yang baik dan benar, serta mudah
dipahami. Kaidah kebahasaan teks laporan hasil observasi di antaranya:
1.
Menggunakan frasa nomina yang diikuti penjenis dan pendeskripsi.
2.
Menggunakan verba relasional, seperti : ialah, merupakan, adalah, yaitu, digolongkan,
termasuk, meliputi, terdiri atas, disebut, dan lain-lain (digunakan untuk
menyatakan definisi pada istilah teknis atau istilah yang digunakan secara
khusus pada bidang tertentu).
3.
Menggunakan verba aktif alam, hal ini untuk menjelaskan perilaku, seperti :
bertelur, membuat, hidup, makan, tidur, dan sebagainya.
4.
Menggunakan kata penghubung, untuk menyatakan :
-Tambahan:
dan, serta
-Perbedaan:
berbeda dengan
-Persamaan:
sebagaimana, seperti halnya, demikian halnya, hal demikian, sebagai, hal yang
sama
-Pertentangan:
sedangkan, tetapi, namun, melainkan, sementara itu, padahal berbanding terbalik
-Pilihan:
atau
5.
Menggunakan kalimat simpleks dan kompleks.
6.
Penggunaan kalimat definisi dan kalimat deskripsi.
7.
Menggunakan kata keilmuan atau teknis, seperti : herbivora, degeneratif,
osteoporosis, mutualisme, parasitisme, pembuluh vena, leukimia, syndrom,
phobia, dan lain-lain.
(sumber: google )
1. Pengertian Teks Berita
Teks
berita merupakan
teks yang berisi segala peristiwa yang terjadi di dunia. Teks berita
biasanya disebarkan melalui berbagai media, seperti koran, majalah, radio, televisi,
internet, ataupun media lainnya.
2.
Fungsi
Teks Berita
Berita disampaikan
secara aktual dan berdasarkan fakta yang ada. Artinya, segala informasi yang
kita dapatkan dari teks berita, merupakan kejadian terkini serta benar adanya.
Dengan begitu, masyarakat
luas bisa selalu mengetahui peristiwa yang terjadi di suatu tempat.
3.
Struktur
Teks Berita
Nah,
kenalan sama teks berita sudah, lalu bagaimana ya dengan strukturnya? Struktur teks berita terdiri dari
tiga bagian, di antaranya sebagai berikut:
a)
Orientasi berita
Orientasi berita merupakan bagian
pengenalan masalah atau hal apa yang akan dibahas dalam berita.
b)
Peristiwa
Struktur teks berita ini menceritakan
tentang kejadian yang terdapat pada peristiwa atau hal yang
ingin dibahas secara rinci dan berurutan. Ingat ya teman-teman, di bagian ini
harus menjelaskan unsur mengapa dan bagaimana.
c)
Sumber berita
Sumber berita biasanya terletak
di bagian awal berita atau akhir berita.
Contoh: Yogyakarta,
Kompas.com –
Korban kasus kupon wisata palsu di Gunungkidul, Yogyakarta, terus bertambah.
4.
Unsur-Unsur
Teks Berita
Pernah dengar singkatan 5W + 1H? Nah, unsur-unsur teks
berita itu mengandung 5W + 1H, yaitu:
1. What (Apa)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan peristiwa yang
sedang dibahas/dibicarakan.
2. Where (Di
mana)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan tempat atau
lokasi peristiwa itu terjadi.
3. When (Kapan)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan waktu terjadinya
peristiwa dalam berita.
4. Who (Siapa)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan orang-orang yang
terlibat dalam suatu peristiwa.
5. Why (Mengapa)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan alasan atau
latar belakang terjadinya peristiwa.
6. How (Bagaimana)?
Kata tanya yang digunakan untuk menanyakan cara atau proses
terjadinya peristiwa. Bagian ini biasanya diceritakan secara kronologis, sesuai
urutan waktu kejadiannya.
5.
Kaidah
Kebahasaan Teks Berita
Perlu kamu ketahui, gaya bahasa yang digunakan pada teks berita
itu sedikit berbeda dari teks lainnya yang sudah pernah kita pelajari, ya.
Kaidah kebahasaan teks berita di antaranya sebagai berikut:
1. Penggunaan bahasa yang bersifat standar (baku)
Penggunaan bahasa yang
standar atau baku akan memudahkan pemahaman banyak orang karena bahasa standar
sifatnya universal dan sebagian besar kalangan masyarakat mudah untuk
memahaminya.
Contoh: Ratusan pasien
Covid-19 mengantre di
lobby wisma atlet.
2. Penggunaan kalimat langsung
Dalam teks berita, kamu
akan menemukan kalimat langsung. Apa itu kalimat langsung? Kalimat langsung adalah
kalimat yang dituturkan oleh seseorang tanpa mengubah kata atau kalimat. Ciri
dari kalimat langsung, yaitu ditandai dengan dua tanda petik ganda dan disertai
keterangan penyertaan. Penggunaan kalimat langsung ini terkait dengan pengutipan
pernyataan-pernyataan oleh narasumber berita.
Contoh: “Pelaku sudah
kami tetapkan sebagai tersangka. Saat ini kami terus mengembangkan kasusnya,”
ucap Sutama.
3. Penggunaan kata kerja mental
Kata kerja mental
adalah kata
kerja yang menunjukkan respons atau sikap seseorang terhadap suatu tindakan.
Kata kerja mental memiliki nama lain loh, yaitu kata verba mental. Sudah gak
bingung lagi, kan?
Contoh: Merasa tertipu,
para korban lantas melapor ke polisi.
4. Penggunaan fungsi keterangan waktu dan
tempat
Pada teks berita, sudah pasti harus ada keterangan waktu dan
tempat agar berita yang disampaikan dapat dimengerti dengan jelas dan pembaca
dapat mengetahui di mana dan kapan tempat terjadi hal tersebut
Contoh: … kata kapolsek Wonosari Kompol Sutama saat dihubungi Minggu
(8/10/2017).
5. Penggunaan konjungsi temporal
Konjungsi temporal ini disebut juga konjungsi
yang berhubungan dengan waktu. Contoh konjungsi temporal,
yaitu kemudian, sejak, setelah, awalnya, dan akhirnya. Konjungsi ini biasanya ditemukan pada
struktur peristiwa yang menjelaskan berita secara kronologis (urutan waktu).
Contoh: Pelaku datang
ke sekolahan, kemudian langsung bilang ke kepala sekolah untuk
menyosialisasikan kupon wisata dan kuliner.
6. Jenis-Jenis Teks Berita
1. Berita langsung (Straight news)
Disebut berita langsung
karena jarak
waktu dari suatu peristiwa dengan proses peliputannya tidak lebih dari satu
atau dua hari. Artinya, informasi yang diberitakan pada
berita langsung itu sangat up to date.
Contohnya, berita yang terdapat pada headline atau halaman depan koran agar lebih
cepat diketahui pembaca.
2. Berita opini (Opinion news)
Kalau
berita opini, berisi
informasi mengenai ide, pemikiran, kreatifitas, atau komentar mengenai
suatu hal yang terjadi. Biasanya, berita opini berasal dari seorang yang ahli
di bidangnya, seperti profesor, dokter, cendekiawan, menteri, dan sebagainya.
3. Berita interpretatif (Interpretative news)
Maksudnya
apa sih? Berita interpretatif merupakan jenis berita yang dikembangkan
melalui pendapat atau penilaian wartawan yang meliput.
Tapi, masih berdasarkan fakta yang ada, ya. Jadi, tidak ada informasi yang
dilebih-lebihkan atau dikurangi.
4. Berita investigasi (Investigation news)
Selanjutnya,
berita investigasi menyediakan informasi yang
bersumber dari sebuah penyelidikan atau penelitian. Jadi,
pembuatannya dibutuhkan banyak sumber dan penyelidikan langsung untuk
mendapatkan fakta-fakta yang tersembunyi.
5. Berita mendalam (Depth news)
Sedikit
berbeda dengan jenis berita investigasi, kalau berita mendalam memerlukan
pengembangan secara mendalam terkait suatu peristiwa. Oleh
karena itu, pada jenis berita ini, unsur yang ditekankan adalah “why?” atau
mengapa peristiwa itu bisa terjadi, serta menambahkan dampak yang ditimbulkan
dari peristiwa. Contohnya, berita yang berisi rangkaian penyebab musibah
kecelakaan di suatu tempat.
7.
Contoh
Teks Berita
Banjir
di Enam Kecamatan Kota Bekasi
Hujan deras mengguyur Kota Bekasi
sejak Minggu (24/1/2021). Hal tersebut menyebabkan sejumlah wilayah di Kota
Bekasi terendam banjir. Menurut ibu Nanda Rahmawati, Camat Pondok Gede, banjir
sudah merendam pemukiman warga di enam kecamatan. Nanda menuturkan, “Kecamatan
yang terendam, yaitu Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Jatiasih, Medan Satria, Pondok
Gede, dan Rawalumbu”. Ia pun menambahkan ketinggian air di enam kecamatan
tersebut berkisar antara 10 hingga 120 sentimeter.
“Kecamatan Pondok Gede menjadi
wilayah dengan banjir terparah, yaitu setinggi 1,2 meter. Kondisi tersebut
terjadi di perumahan Jatibening Permai. Akibatnya, sebanyak 250 kepala keluarga
terdampak banjir di lokasi tersebut”, ujar Nanda. Meskipun demikian, Nanda
menyebutkan bahwa banjir di perumahan tersebut telah berangsur surut karena
hujan telah mereda. Nanda mengatakan bahwa data tersebut merupakan laporan
sementara yang didapatkan oleh BPBD Kota Bekasi berdasarkan pemantauan petugas
di lapangan. “Itu adalah laporan sementara petugas di lapangan sampai pukul
15.00 WIB”, tambahnya.
Pemerintah Kota Bekasi terus
memantau lokasi banjir dan membantu penanganan di lokasi-lokasi tersebut.
Selain itu, pemerintah juga membuka posko di dekat lokasi banjir untuk menerima
dan menyalurkan bantuan dari berbagai pihak.
Komentar
Posting Komentar