Resesensi Flim The Post (2015)
Flim ini berhubungan tentang jurnalistik. Mengisahkan bagaimana dua perusahaan surat kabar yang sampai di tuntut ke pengadilan karena kabar yang diterbitkanya. Flim ini berawal dari sebuah wartawan atau jurnalis yang ditugaskan untuk meliput perang, wartawan ini dari perusahaan surat kabar New York Times. Saat selesai menjalankan tugasnya untuk meliput perang
tokoh yang menjadi wartawan ini bernama Ellsberg, lau memberitahu kepada
pemerintah tentang kejeadian yang berada di medan perang, Ellsberg mengatakan bahwa
Amerika sudah kalah telak dari perang ini namun langkah yang disampaikan
menteri pertahan Amerika adalah menyiarkan berita sebaliknya alias bohong
kepada publik yang telah menunggu putusan pemerintah akan perang yang sedang
terjadi.
Elssberg merasa politik mempermainkan kabar yang sudah
dia dapat dengan susah payah, saat itu juga konflik dari flim ini bermula saat
dua perusahaan besar sedang berusaha menarik perhatian publik dengan berita
yang disajikan. Karena merasa dipermainkan makan Elssberg mencari data negara
tentang perang tersebut dan membuat rangkuman dan membocorkanya ke perusahaan
lain kepada wartawan Sheenan yang berasal dari New York Times.
Dua perusahaan besar itu adalah New York Times dan
Washington Post, dimana pemilik dari Washington Post sangat ambisisus ingin
perusahaanya menjadi terkenal. Terlebih di saat itu sedang ada peluncuran saham
maka dari itu Katrine Graham pemilik Washinton Post.
Disisi lain Sheehan seorang jurnalis dari New York Times
disuruh untuk mencari informasi tentang Elssberg dari Washington Post. Tambahan
masalah muncul dari gedung putih yang tidak mau anaknya yang akan menikah akan
diliput.
Saat semuanya telah terlambat akhirnya New York Times
menerbitkan sebuah berita tentang keadaan perang yang sebenarnya hingga membuat
para masyarakat yang menjadi keluarga tentara perang melakukan aksi demo
dijalanan.
Selanjutnya Balgdikin pemimpin redaksi Washington Post
bertemu Elssberg dan Elssberg langsung menunjukan hasil riset penelitian yang
sudah dia susun. Selanjutnya Balgdikin mengumpulkan orang-orang kepercayaanya
untuk mulai menyusun berita yang sudah ada datanya itu, hingga pengacara dari
perusahaan mengingatkan hal terburuk yang terjadi jika menerbitkan berita
tersebut.
Pemilik dari perusahaan Washington Postpun menyetujui untuk
menerbitkan berita tersebut meskipun mendapat ancaman dan penolakan dari berbagai
pihak. Saat berita dari Washington Post akan diterbitkan Balgdikin meyadari
bahwa New York Times akan menerbitkan berita yang sama karena narasumber yang
sama itu berarti Washington Post akan kepengadilan sama seperti New York Times
yang sudah terlebih dulu dipanggil.
Setelah berita itu terbit dua perusahaan tersebut malah
mendapat dukungan dari masyarakat. Hingga masyarakat yang hadir saat perwakilan
petinggi dua perusahaan tersebut menuju pengadilan. Disisi lain banyak perusahaan
surat kabar lainya yang menerbitkan berita yang sama sehingga mereka membantu
mengkonspirasi berita yang sedang melejit ini.
Flim inipun ditutup dengan akhir yang bahagia karena dua
perusahaan itu tidak jadi dituntut oleh pengadilan dan mereka dinyatakan
menang.
Pesan dari flim ini tentu saja jangan memihak kepada
politikus yang nakal namun bersikaplah netral terhadap semua pihak. Flim ini
juga sangat layak ditiru untuk Indonesia karena di Indonesia masih ada pihak
berita yang tidak netral.
Bisa dilihat dari flim The Post ini bahwa menjadi
jurnalis itu butuh pengetahuan yang luas dan mendalam akan yang sedang
dipelajarinya seperti yang dilakukan Elssberg yang terus mencari tahu tentang
perang yang sedang terjadi. Ketrampilan adalah hal lain yang harus pada profesi
ini disini Ellbergs dan Sheenan mempunya ketrampilan satu sama lain hingga
menjadikan sebuah berita terbit yang sebelumnya masih berupa infomasi data-data. Ada sifat yang tidak b terpuji dari Elssberg karena dia malah memberi berita tersebut
kepada perusahaan lain walaupun tujuanya untuk sama-sama membongkar kebohongan
yang dilakukan oleh pemerintah.
Menjadi wartawan atau jurnalis tentu saja harus netral,
karena hal yang disampaikan demi kepentingan bersama semua orang bukan hanya
dari salah satu pihak yang paling berpengaruh.
Diatas adalah tulisan kedua dari tangan Saya semoga selanjutnya diriku ini rajin menulis lagi.
Terima kasih yang sudah membaca....

Komentar
Posting Komentar