UAS PRAKTIK JURNALISTIK SEMESTER 7

Nama : Devi Rafiyana

Mata Ujian : Praktik Jurnalistik

NIM    : A310180038

Pengampu  : Syifaul Arifin

Hari/ Tanggal :  Sabtu, 22 Januari 2022

Sesi : 1

 

BAHAYA MENGEMUDI KEADAAN KANTUK

 

Vanessa Angel dan Febri Ardiansyah mengalami kecelakaan tunggal di KM 672 Tol Jombang, Jawa Timur pada Kamis 4 November 2021 sekitar pukul 12.36 WIB. Dalam kecelakaan ini, Vanessa dan Febri atau akrab dipanggil Bibi meninggal dunia di tempat. Sementara tiga orang lain, termasuk anak mereka, babysitter, serta sopir mengalami luka-luka.

Tim Forensik RS Bhayangkara mengungkap hasil pemeriksaan autopsi jenazah Vanessa Angel dan suaminya Febri Ardiansyah. Penyebab, meninggalnya pasangan suami-istri itu diduga akibat benturan keras di bagian organ vital mereka.

Sopir mengaku ngantuk, kecelakaan tunggal mobil yang ditumpangi Vanessa diduga karena sang sopir mengalami kelelahan dan mengantuk. Sopirnya sendiri mengalami luka-luka dan dibawa ke Rumah Sakit di Nganjuk.

Mengapa saat mengemudi di jalan tol pengemudi sering merasa kantuk? Bagaimana kondisi di jalan tol Indonesia? Kecelakaan di jalan tol banyak terjadi karena sopir mengantuk. Jalan bebas hambatan atau jalan tol dengan jarak yang jauh kadang membuat pengemudi terbuai. Kadang juga hal ini bisa membuat ngantuk saat berkendara. Tak jarang terjadi kecelakaan kendaraan di jalan bebas hambatan atau banyak orang menyebut dengan jalan tol, hingga sampai ada korban jiwa.

Jalan tol dengan jarak yang jauh kadang membuat pengemudi terbuai. Faktor yang memicu kecelakaan tersebut pun banyak, mulai dari mengantuk hingga kelelahan.

Pasca kecelakaan fatal yang menewaskan artis Vanessa Angel dan suaminya, Febri Andriansyah alias Bibi, di Tol Trans Jawa ruas Jombang - Mojekerto, Kamis (04/11/2021) lalu, muncul spekulasi bahwa keamanan tol di Indonesia sangatlah rendah. Beberapa alasan pun dilontarkan mengenai asumsi ini. Ada yang menyebut bahwa kontur jalan tidak sesuai standar keselamatan hingga penempatan beton pembatas di antara jalur yang berlawanan telah meningkatkan resiko kecelakaan.

Menanggapi asumsi ini, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) pun buka suara. Mereka menyebut, asumsi itu merupakan hoax dan tidak tepat. Lebih lanjut, PUPR juga mengimbau agar pengguna jalan juga mematuhi beberapa peraturan kecepatan di jalan tol. Selain itu, pengendara diimbau agar menjaga jaraknya dan istirahat ketika merasa lelah dan ngantuk.

Salah satu faktor yang menjadi item pengecekan adalah skid resistance, baik perkerasan kaku (beton) maupun perkerasan flexible (aspal) dengan mengikuti Peraturan Menteri PUPR No 16 Tahun 2014 tentang Standar Pelayanan Minimal Jalan Tol.

Danang menyampaikan, pedal rem pada kendaraan umumnya tidak bisa dihentikan secara mendadak dan langsung berhenti di lajur Jalan Tol. Pengemudi wajib mengetahui aturan mengenai waktu dan jarak tertentu untuk bisa berhenti di lajur Tol.

Di saat musim hujan seperti ini, mengantisipasi kondisi jalan yang licin, pengemudi juga harus tetap waspada dan konsentrasi. Selalu mematuhi aturan dan rambu-rambu lalu lintas serta pahami dan kuasai fungsi-fungsi perlengkapan yang ada di mobil.

Memang secara rasionalnya semakin tinggi harga mobil kualitasnya pun semakin baik, termasuk fitur keamanan di dalamnya. Untuk itu muncul istilah harga tidak pernah bohong. "Makanya harga-harga mobil itu berbeda-beda, kalau mau selamat yang mahal kalau nggak mau selamat ya yang murah," ujar Dedy dalam acara Focus Group Discussion "Penerapan Aksi Keselamatan Jalan di Indonesia", di ICE BSD.

 

Berdasarkan Metode Pembobotan Korlantas (Studi Kasus: Jalan Tol Cipularang) Karakteristik kecelakaan berdasarkan jumlah kecelakaan tahun 2012 – 2017 dapat dilihat pada Gambar 2. Tingginya jumlah kecelakaan dan angka kecelakaan di ruas Cipularang dari tahun 2012-2017 terjadi pada bulan maret tahun 2012 dengan angka kecelakaan menyentuh 25 kejadian dengan jumlah kejadian 81.


Gambar 1. Rekapitulasi Angka Kecelakaan Tahun 2012-2017

 

Persentase waktu terjadinya kecelakaan lalu lintas berdasarkan waktu terjadinya pada tahun 2012-2017 disajikan pada Tabel 1 dimana waktu kecelakaan tertinggi terjadi pada jam 00.00 – 06.00 dengan persentase 43%. Waktu terjadinya kecelakaan selama 6 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 1.

Tabel 1. Waktu Terjadinya Kecelakaan

Waktu Kecelakaan

 

 

Tahun

 

 

Rata-rata

2012

2013

2014

2015

2016

2017

00.00 – 06.00

52%

41%

40%

37%

35%

49%

43%

06.00 – 12.00

16%

20%

20%

23%

24%

20%

20%

12.00 – 18.00

18%

25%

26%

30%

28%

17%

23%

18.00 – 24.00

14%

14%

14%

10%

13%

14%

14%

 

Karakteristik kecelakaan berdasarkan jenis kendaraan tahun 2012 – 2017 dapat dilihat pada Tabel 4. Dimana jenis kendaraan dengan golongan 1 yang paling banyak terlibat kecelakaan sebesar 57%. Keterlibatan pengguna jalan dalam kecelakaan di Tol Cipularang selama 6 tahun terakhir dapat dilihat pada Tabel 2.

Tabel 2. Jenis Kendaraan yang Terlibat

Golongan Kend

Jenis Kend

 

 

Tahun

 

 

Rata-rata

2012

2013

2014

2015

2016

2017

Golongan I

Sedan, Jip, Pick up/ truk kecil dan Bus

58%

56%

59%

56%

50%

62%

57%

Golongan II

Truk dengan 2 gandar

33%

37%

36%

38%

42%

33%

36%

Golongan III

Truk dengan 3 gandar

2%

1%

1%

0%

2%

2%

1%

Golongan IV

Truk dengan 4 gandar

0%

0%

0%

0%

1%

1%

1%

Golongan V

Truk dengan 5 gandar

7%

6%

4%

6%

5%

1%

5%

Golongan VI

Kendaraan Bermotor roda 2

0%

0%

0%

0%

0%

0%

0%

 

Cuaca adalah salah satu faktor terjadinya kecelakaan di Tol Cipularang. Dimana rata-rata kecelakaan terjadi pada saat kondisi cerah sebesar 76%. Factor cuaca penyebab kecelakaan di Tol Cipularang pada tahun 2012-2017 dapat dilihat pada Gambar 2.


Gambar 2. Penyebab Kecelakaan Berdasarkan Faktor Cuaca

 

Karakteristik terjadinya kecelakaan lalu lintas di Tol Cipularang berdasarkan posisi lokasi kecelakaan yang sering terjadi kecelakaan pada lajur kiri memiliki rata-rata persentase 50%, sisanya di lajur kanan dan bahu jalan. Posisi lokasi kecelakaan pada tahun 2012-2017 dapat dilihat pada Gambar 3.

Gambar 3. Posisi Lokasi Kecelakaan

 

Kronologi tabrakan bertujuan untuk mengetahui tipe tabrakan yang paling dominan disuatu lokasi kecelakaan sedangkan faktor penyebab kecelakaan dimaksudkan untuk menemukan faktor dominan penyebab kecelakaan. Faktor penyebab terjadinya kecelakaan secara keseluruhan faktor kurang antisipasi (manusia/pengemudi) memiliki persentase tertinggi dalam kronologi kecelakaan lalu lintas di jalan Tol Cipularang yaitu mencapai 38% dalam 6 tahun terakhir yaitu pada tahun 2012-2017. 


Gambar 4. Kronologi Kecelakaan


Gambar 5. Faktor Penyebab Kecelakaan


Volume lalu lintas digunakan untuk mengetahui volume dan tipe kendaraan yang melewati ruas jalan tertentu (Tabel 3 dan 4). Survei ini di lakukan pada ruas jalan Tol Cipularang pada jam sibuk dihari kerja. Survey kecepatan yang dilakukan adalah evaluasi antara kecepatan yang terjadi di lapangan dengan kecepatan operasional. Kecepatan dilapangan didapat dengan cara survey langsung yang dilakukan pada saat jam sibuk. Berdasarkan Metode Pembobotan Korlantas (Studi Kasus: Jalan Tol Cipularang)

Tabel 3. Volume Lalu Lintas

Ruas Jalan

Volume Lalu Lintas

Arah A

Arah B

Total

Tol Cipularang 

2338

2083

4421

 

Tabel 4. Survei Kecepatan Kendaraan di Tol Cipularang KM 92+400

Jenis Kendaraan

Kecepatan Rata – rata Tol Cipularang KM 91 - 93

Arah A

Arah B

Mobil Penumpang

64.03

70.72

Bus

58.98

63.66

Truk

33.56

59.87

Catatan: *) A= Arah Bandung; B= Arah Jakarta

            Saat memasuki masa pandemi pengguna jalan tol menurun menurut data dari ccn.news mengalami anjlok 26%. Hal tersebut terjadi karena adanya PPKM yang ditaati oleh masyarakat untuk tidak berpergian keluar rumah demi kesehatan dan kenyamanan bersama.

            Sebelum pandemi dan sesudah pandemi kasus kecelakaan masih ada. Dari semua faktor yang terjadi penyebab kecelakaan salah satunya karena faktor kesehatan atau fisik manusia. Saat pandemi daya tahan tubuh manusia berbeda-beda dan dipengaruhi oleh virus covid-19.

            Manusia melakukan aktivitas sehari-hari didalam rumah dan diluar rumah. Saat diluar rumah manusia berpergian melakukan kegiatan mulai dari bekerja, pergi liburan, dll. Semua hal itu dilakukan ada yang menggunakan tol sebagai jalan untuk menuju tempat bekerja ataupun menuju liburan. Maka dari itu manusia harus menjaga daya tahan tubub dan menjaga stamina saat berkendara lewat tol. Pada saat mengemudi di tol stamina perlu dijaga agar tidak menyebapkan kantuk ataupun sakit fisik lainya supaya bisa melakukan aktivitas dengan selamat sampai tujuan.

            Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menjaga stamina ketika akanmelakukan aktivitas dengan menempuh jalan tol. Pertama, bisa sempatkan untuk tidur dahulu 10 sampai 45 menit sebelum menempuh perjalanan jauh. Kedua, hindari makanan berlemak sebelum mengemudi karena makanan yang memiliki banyak kandungan lemak cenderung mudah menimbulkan rasa kantuk. Ketiga, yang terakhir ialah pastikan tidak mengonsumsi obat yang memicu rasa kantuk sebelum mengemudi, seperti misalnya obat yang mengandung Chlorfeniramin Maleat (CTM).

Banyak bahaya yang terjadi diluar sana, manusia hanya bisa berhati-hati dan berdoa. Semua kecelakaan yang terjadi pada jalan tol disebabkan oleh banyak hal, mulai dari yang bisa masuk akal hingga diluar nalar. Pandemi masih berlangsung menjaga kesehatan perlu dilakukan demi diri sendiri dan orang lain. Melawan rasa kantuk bisa dimulai dengan banyak gerak, mengkonsumsi makanan penambah darah serta minum vitamin penjaga imunitas tubuh. 

Komentar

Postingan populer dari blog ini